Thanks and Forgive’s
Februari 11, 2009 at 5:09 am | In Mikir | Leave a CommentDearest All,
Semoga dalam kesehatan prima dan kedamaian yang utuh.
Ada sebuah cerita:
Dua orang memasuki sebuah bukit untuk memadamkan satu kobaran api. Setelah satu jam, mereka keluar dan kembali berpapasan. Seorang dengan muka penuh cemong alias kotor berjelaga. Seorang yang lain wajahnya bersih seperti sedia kala.
Pertanyaannya: Siapakah orang yang akan bergegas menuju danau untuk membersihkan diri?
Jawaban yang paling umum adalah: yang kotor berjelaga.
Alasannya, pertama karena merasa kotor dan perlu membersihkan diri, kedua pasti orang yang bermuka bersih akan menunjukkan kekotoran muka partner-nya.
Boleh saja! Namun sebuah kearifan berpendapat lain. Orang yang wajahnya kotor, akan merasa bersih karena melihat rekannya dalam keadaan bersih, sehingga merasa tidak ada perlunya membersihkan diri. Orang yang bermuka bersihlah yang akan merasa harus pergi membersihkan diri, karena ia merasa kotor dengan melihat wajah kotor partner-nya. Setidak-tidaknya ia akan mengajak partnernya itu untuk bersama-sama membersihkan diri.
Dan kehidupan mencerminkan cerita ini. Harus dengan upaya kuat untuk memengertikan orang dalam membersihkan dirinya.
Semua saling menunggu: istri menunggu suami; suami menunggu istri; orang tua menunggu anak; anak menunggu orang tuanya; tetangga, sahabat, rekan dan kolega saling menunggu. Tak ada yang memutus rantai penungguan ini. Dan orang-orang berhati baik mungkin harus mencontoh kearifan dalam cerita ini:
mulailah kebaikan dari dirimu sendiri! Mempersyaratkan pembersihan kepada pihak lain yang belum mengerti adalah pemborosan waktu dan kesia-siaan. Untuk itu Sahabat sekalian mulailah melakukan kebaikan dalam hal ini kepada istri/suami tercinta atau orang terdekat anda untuk Meminta Maaf atau Ucapan Terima Kasih. Demikian.
Kita berharap ini akan menjadi penyembuhan atau suplemen bagi kelimpahan batiniah kita. Mari kita memilih terus untuk menjadi bahagia. Terima kasih, Warm Regads,
MAYANG PUSPA L
Belum Ada Tanggapan »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


